beritafaktanews.com – Lombok Timur – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Langkah ini diambil untuk menjaga kesinambungan suplai air bersih bagi masyarakat pada Rabu (25/3/2026).
Perkiraan musim kemarau yang berlangsung sejak April hingga September mendorong PDAM melakukan penyesuaian sistem layanan. Fokus utama diarahkan pada pengaturan distribusi agar pasokan tetap merata, meskipun ketersediaan air dari sumber utama mulai berkurang.
Pelaksana Tugas Direktur PDAM Lombok Timur, Sofian Hakim, menjelaskan bahwa pengelolaan debit air menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas jaringan. Ia menegaskan bahwa distribusi tidak bisa dilakukan secara maksimal jika volume air menurun, karena dapat berdampak pada gangguan teknis.
Sebagai langkah operasional, tim di lapangan akan menerapkan sistem pengaturan aliran melalui buka-tutup valve secara berkala. Cara ini digunakan untuk memastikan setiap wilayah tetap mendapatkan suplai, terutama pada area yang berada di bagian akhir jaringan distribusi.
PDAM juga mengingatkan bahwa tekanan air yang tidak stabil berpotensi menimbulkan masalah pada pipa, seperti terbentuknya kantong udara yang bisa menghambat aliran. Oleh karena itu, distribusi harus disesuaikan dengan kondisi debit yang tersedia.
Pemantauan terhadap sumber air dilakukan secara rutin guna mengetahui perkembangan penurunan debit. Hasil pemantauan ini akan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan pengiriman bantuan air bersih menggunakan mobil tangki.
Jika kondisi debit masih stabil, distribusi akan tetap berjalan normal. Namun, apabila terjadi penurunan hingga mencapai sekitar 70 liter per detik, PDAM akan menerapkan sistem pembagian air secara bergilir untuk menjaga ketersediaan bagi seluruh pelanggan.
Melalui langkah antisipatif ini, PDAM Lombok Timur berharap dapat mengurangi dampak kekeringan serta memastikan layanan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.(red)



