
Bangka Belitung, Faktanews.com – Proyek pembangunan jembatan senilai Rp10 miliar yang bersumber dari anggaran Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung di ruas jalan menuju Desa Labu Nibung, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, menuai sorotan tajam masyarakat.
Pasalnya, meski belum genap dua bulan selesai dikerjakan, kondisi jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan serius dan membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan, permukaan jembatan terlihat aspal bergitu bergelombang.
Kondisi ini memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan berat.
Warga setempat menilai proyek tersebut dikerjakan asal jadi.
Mereka juga mempertanyakan kualitas pekerjaan kontraktor pelaksana yang disebut-sebut milik pemborong berinisial Uncem.
“Kami sangat kecewa. Baru dua bulan, jembatan sudah seperti ini. Ini proyek mahal, tapi hasilnya memprihatinkan,” ujar salah satu warga kepada media, Senin (22/1/2026).
Masyarakat mendesak Dinas PUPR Provinsi Bangka Belitung segera turun ke lapangan untuk melakukan audit kualitas konstruksi serta memberikan sanksi tegas kepada pihak kontraktor jika ditemukan pelanggaran spesifikasi teknis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PUPR Provinsi Babel maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan dini proyek jembatan tersebut.
(Risky. F)
