HOT

iklan idul adha

Medan Utara Lumpuh Tiga Hari, Ribuan Warga Terisolasi Akibat Sungai Deli Meluap

Medan Labuhan, Berita Faktanews//— Kawasan Medan Utara kembali dilanda banjir besar setelah Sungai Deli meluap dan menggenangi permukiman warga sejak Jumat (29/11/25). Sudah tiga hari berturut-turut ribuan warga lumpuh total, terisolasi tanpa listrik, air bersih, serta akses komunikasi karena jaringan internet juga padam.

Chairuddin Hasibuan atau Uden Brandan, warga Pekan Labuhan, mengaku tidak dapat beraktivitas maupun keluar rumah akibat tingginya genangan air. Ia menyebut warga benar-benar terkepung banjir tanpa kepastian bantuan.

“Kami terkurung, tidak bisa ke mana-mana. Sudah tiga hari begini, kami pun tak tahu lagi harus berbuat apa,” ujar Uden dalam pesan singkat.

Sungai Deli Meluap, Pemukiman Terendam

Banjir dipicu curah hujan ekstrem yang mengguyur Kota Medan selama dua hari berturut-turut. Luapan Sungai Deli mengalir deras menuju kawasan dataran rendah di Medan Utara, termasuk Marelan, Medan Labuhan, dan sebagian Medan Deli.

Menurut Uden, di beberapa titik ketinggian air mencapai sepaha orang dewasa dan telah memasuki rumah-rumah warga. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena air datang secara mendadak.

Listrik, Air Bersih, dan Internet Padam

Situasi warga semakin sulit akibat padamnya listrik, terputusnya air bersih, dan hilangnya jaringan internet selama tiga hari terakhir.

“Lampu mati, air mati. Internet juga tidak ada, makanya kami sulit berkomunikasi,” keluhnya.

Warga kini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, hingga memperoleh informasi tentang jalur aman maupun lokasi evakuasi.

Akses Jalan Terputus, Ekonomi Lumpuh

Banjir juga memutus akses transportasi di sejumlah titik utama. Ruas Jalan K.L. Yos Sudarso, mulai Pulo Brayan hingga Belawan, lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Akibatnya, aktivitas ekonomi berhenti. Banyak pekerja tidak bisa berangkat kerja, sementara para pedagang kecil merugi karena tidak dapat berjualan.

Rumah Wartawan Ikut Hanyut

Musibah ini juga menimpa salah satu wartawan Berita Faktanews, Riko, yang rumahnya dilaporkan hanyut terbawa arus. Kerugian diperkirakan mencapai hampir Rp50 juta karena seluruh harta benda tidak sempat diselamatkan.

Warga Mendesak Pemerintah Bertindak Cepat

Warga mendesak pemerintah segera menurunkan bantuan darurat, termasuk perahu karet, logistik, serta pemulihan pasokan listrik dan air bersih. Mereka juga meminta solusi permanen agar bencana tahunan ini tidak terus terulang.

“Setiap hujan besar kami selalu menjadi korban. Harus ada langkah serius dari pemerintah,” tegas Uden.(R01-R12-BFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *