
Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting, termasuk Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.M., M.H., Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Wakapolres, Asintel, Sekda, Ketua Tim Percepatan Pembangunan, serta berbagai kepala dinas, kepala badan, kabag, camat, kapus, lurah, dan kades di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.
Optimisme KONI Sumsel dan Visi Ketua Terpilih. Mewakili Ketua KONI Provinsi Sumatera Selatan, Alinda Pati Gantada, selaku Ketua Harian KONI Sumsel, menyampaikan optimisme tinggi terhadap kepemimpinan Hidayat Muhammad. “Dengan wajah-wajah baru yang lebih segar ditambah Hidayat Muhammad merupakan orang lapangan, kami yakin prestasi olahraga Empat Lawang akan meningkat dan meraih banyak prestasi serta lebih banyak memberdayakan masyarakat yang ada di Empat Lawang untuk dijadikan atlet,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Hidayat Muhammad, dalam sambutannya, menekankan bahwa pelantikannya adalah tonggak awal dari amanah besar untuk mewujudkan Empat Lawang yang sehat, partisipatif, dan unggul melalui olahraga. Ia menegaskan pentingnya dukungan penuh dari semua pihak dan pemerintah daerah dalam pembinaan atlet sejak usia dini.
“Insyaallah kita akan berjuang dan memberdayakan atlet-atlet lokal, saat ini sudah penjaringan. Saya berharap para atlet terus tingkatkan stamina, terus berlatih dan berjuang sungguh-sungguh untuk mengharumkan nama Kabupaten Empat Lawang di Porprov Oktober mendatang,” ujar Hidayat.
Ia juga menambahkan.”Kepada yang terhormat Bapak Bupati, mohon untuk terus dibantu dan diberikan anggaran kepada KONI, tanpa dukungan pemerintah daerah sangat mustahil KONI Empat Lawang dapat mengharumkan nama Empat Lawang.
Hidayat juga menyoroti bahwa dalam perkembangan global, olahraga tidak lagi dipandang sekadar aktivitas fisik semata. Dalam literatur pembangunan modern, olahraga telah diakui sebagai instrumen strategis pembangunan manusia dan sosial, melalui pendekatan baik sosial, ekonomi, maupun psikologis. Ia percaya bahwa olahraga mampu membentuk karakter bangsa, memperkuat identitas daerah, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis industri olahraga dan semangat gotong royong masyarakat sebagai modal sosial dalam mewujudkan olahraga berbasis komunitas. Namun potensi ini perlu dikelola dan dibina secara profesional, terencana, dan berkelanjutan,” imbuh Dayat.
