HOT

iklan idul adha

Sejarah Panjang Yerusalem, Kota Suci yang Diperebutkan Ribuan Tahun

\YERUSALEM, BERITA FAKTANEWS — Yerusalem dikenal sebagai salah satu kota tertua di dunia sekaligus kota yang paling sering diperebutkan sepanjang sejarah. Kota ini memiliki makna spiritual yang sangat penting bagi tiga agama besar dunia, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam.

Selama ribuan tahun, Yerusalem menjadi pusat peradaban, kepercayaan, serta konflik yang melibatkan berbagai kerajaan dan kekaisaran besar. Berikut sejumlah fakta penting mengenai sejarah panjang kota suci tersebut.

  1. Kota Raja Daud
    Dalam kitab Perjanjian Lama disebutkan bahwa Raja Daud dari kerajaan Israel merebut Yerusalem dari bangsa Jebusit sekitar tahun 1000 SM.

Ia kemudian menjadikan kota ini sebagai pusat pemerintahan dan keagamaan. Putranya, Raja Sulaiman, membangun Bait Suci Yahweh pertama yang menjadikan Yerusalem sebagai pusat ibadah bangsa Yahudi.

  1. Perebutan oleh Babilonia dan Persia

Raja Babilonia Nebukadnezar II dua kali menaklukkan Yerusalem pada tahun 597 SM dan 586 SM. Ia menawan raja dan para elite Yahudi serta menghancurkan Bait Suci mereka. Kekuasaan Babilonia berakhir setelah Raja Cyrus Agung dari Persia menaklukkannya pada sekitar 540 SM dan mengizinkan bangsa Yahudi kembali serta membangun kembali kuil mereka di Yerusalem.

  1. Kekuasaan Romawi dan Bizantium

Yerusalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi sejak tahun 63 M. Pemberontakan bangsa Yahudi pada tahun 66 M berakhir dengan kemenangan Romawi dan kehancuran Bait Suci kedua. Wilayah Palestina kemudian berada di bawah kekuasaan Romawi dan Bizantium selama sekitar enam abad.

  1. Masa Kekuasaan Muslim
    Pada tahun 637 M, pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab berhasil menguasai Yerusalem. Sejak saat itu, kota tersebut berada di bawah pemerintahan berbagai dinasti Islam selama berabad-abad.
  2. Perang Salib
    Pada abad ke-11, konflik antara dunia Islam dan Kristen memuncak dengan dimulainya Perang Salib yang dicanangkan Paus Urban II. Selama sekitar dua abad terjadi sejumlah perang besar untuk memperebutkan Yerusalem hingga akhirnya pada tahun 1244 kota tersebut kembali dikuasai oleh pasukan Muslim.
  3. Kekuasaan Kesultanan Ottoman

Setelah menaklukkan Mesir dan wilayah Arab, Kesultanan Ottoman memasukkan Yerusalem ke dalam wilayah kekuasaannya pada tahun 1535. Kota ini kemudian berada di bawah kekuasaan Ottoman hingga tahun 1917, ketika Inggris merebut wilayah tersebut dalam Perang Dunia I.

  1. Kota yang Terbelah
    Setelah Perang Dunia II, Inggris menyerahkan mandat Palestina kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB kemudian mengusulkan pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara.

Konflik antara negara Arab dan Israel membuat Yerusalem terbelah antara wilayah Barat yang dikuasai Israel dan wilayah Timur yang berada di bawah Yordania.

  1. Israel Menguasai Yerusalem Timur

Dalam Perang Enam Hari tahun 1967, Israel mengalahkan koalisi Mesir, Yordania, dan Suriah. Sejak saat itu Israel menguasai Yerusalem Timur serta sejumlah wilayah lain seperti Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan.

  1. Akses Ibadah di Kota Suci
    Yerusalem tetap menjadi pusat ziarah bagi umat beragama. Umat Muslim dapat beribadah di sejumlah tempat suci seperti Masjid Al-Aqsa, Kubah Shakhrah (Dome of the Rock), dan kawasan Bukit Zaitun.
  2. Sengketa Status Yerusalem
    Hingga saat ini, status Yerusalem masih menjadi salah satu isu paling sensitif dalam konflik Israel dan Palestina. Pada tahun 1980 Israel mendeklarasikan seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina juga mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota negara mereka.

Sepanjang sejarahnya, Yerusalem telah mengalami kehancuran besar hingga dua kali, dikepung lebih dari 20 kali, diserang puluhan kali dalam pertempuran, dan berpindah kekuasaan berkali-kali.

Meski demikian, kota ini selalu bangkit kembali dari puing-puing kehancuran dan tetap menjadi simbol kuat dari sejarah, keimanan, serta ketahanan peradaban manusia.

Di tengah panjangnya konflik yang pernah terjadi, banyak pihak berharap Yerusalem suatu hari dapat menjadi kota yang damai, tempat berbagai umat beragama hidup berdampingan dengan saling menghormati.

Sumber: Kompas

(R01-R12-Red-BFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *