
JAKARTA, Berita Faktanews.com// — Holding industri pertambangan Indonesia, MIND ID, terus mendorong peningkatan kapasitas produksi **PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai salah satu penopang utama bauran energi nasional.
Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menjelaskan saat ini Bukit Asam memiliki kapasitas produksi sekitar 43 juta ton per tahun.
“Targetnya peningkatan kapasitas hingga mencapai 100 juta ton per tahun dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” ujar Tedy Badrujaman, Sabtu (14/2).
Sebagian besar produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sekitar 52 persen produksi PTBA dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan listrik domestik.
Tedy menyebutkan, ke depan permintaan batu bara domestik diperkirakan masih akan terus meningkat seiring pertumbuhan kebutuhan listrik, ekspansi industri manufaktur, serta pengembangan hilirisasi di dalam negeri.
Untuk memastikan kelancaran pasokan tersebut, PT Bukit Asam telah memulai pembangunan fasilitas Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 pada jalur angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan. Fasilitas ini akan menambah kapasitas angkutan hingga 20 juta ton per tahun.
Menurut Tedy, hingga 31 Januari 2026 progres pembangunan CHF dan TLS 6–7 telah mencapai 80,81 persen. Untuk mendukung penyelesaian proyek, PTBA memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).
“Kedaulatan energi merupakan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya energi besar,” katanya.
MIND ID sebagai pengelola cadangan batu bara nasional berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.
“Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” ujar Tedy.
Ia menambahkan, melalui pilar strategis optimalisasi logistik, PTBA akan terus didorong melakukan peningkatan kapasitas angkutan sebagai prioritas utama.
“Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
(R01-R12-Red-BFN)
