
JAKARTA, Berita Faktanews.com//— PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur logistik strategis setelah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp3,56 triliun dari tiga bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Proyek infrastruktur logistik tersebut berupa pembangunan Coal Handling Facility (CHF) dan Train Loading Station (TLS) 6–7 yang ditujukan untuk mendukung target peningkatan kapasitas produksi perusahaan hingga 100 juta ton per tahun.
Dukungan pendanaan itu telah terefleksi dalam progres fisik proyek yang signifikan.
Hingga 31 Januari 2026, pembangunan CHF dan TLS 6–7 pada jalur angkutan Tanjung Enim–Kramasan telah mencapai 80,81 persen.
Setelah beroperasi penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu menambah kapasitas angkutan batu bara hingga 20 juta ton per tahun.
Peningkatan kapasitas tersebut dinilai krusial untuk menjaga kelancaran distribusi batu bara dari hulu ke hilir. Hal ini sejalan dengan peran PTBA sebagai salah satu penopang utama pasokan energi domestik, di mana sekitar 52 persen produksinya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Penguatan rantai pasok logistik juga dipandang sebagai langkah antisipatif MIND ID dalam menghadapi peningkatan permintaan batu bara seiring pertumbuhan industri manufaktur dan pengembangan proyek hilirisasi di dalam negeri.
Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menegaskan penguatan infrastruktur logistik merupakan fondasi penting bagi kedaulatan energi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden.
Saat meninjau lokasi proyek di Tanjung Enim, Kamis (12/2/2026), ia memastikan seluruh pekerjaan akan dikawal agar selesai sesuai dengan rencana.
“Proyek ini merupakan fondasi penting bagi ketahanan energi nasional, dan kami akan mengawal penyelesaiannya sesuai dengan rencana,” ujar Tedy.
Ia menambahkan, optimalisasi logistik melalui peningkatan kapasitas angkutan menjadi prioritas utama PTBA saat ini.
“Kami berharap melalui proyek ini kapasitas angkutan batu bara PTBA dapat meningkat, sehingga perusahaan semakin mampu memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketahanan energi nasional,” pungkasnya.
(R01-R12-Red-BFN)
