
SINAR HARAPAN, Berita Faktanews — PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID terus memperkuat kolaborasi strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkokoh ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Kerja sama tersebut difokuskan pada percepatan hilirisasi batu bara menjadi energi alternatif sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) impor. Melalui teknologi gasifikasi, batu bara diolah menjadi Synthetic Natural Gas (SNG) yang kemudian dimurnikan dan didehidrasi hingga menghasilkan Dimethyl Ether (DME).
Produk hasil hilirisasi ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk menekan ketergantungan impor LPG sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional berbasis sumber daya domestik.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menilai kolaborasi antara Pertamina dan MIND ID mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam membangun sistem energi nasional yang berkelanjutan.
“Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit, dikutip Selasa (13/1/2026).
Dalam kerja sama ini, Pertamina berperan sebagai offtaker sekaligus agregator infrastruktur distribusi. Dengan jaringan distribusi energi yang luas, Pertamina memastikan produk hilirisasi batu bara seperti DME, SNG, dan metanol dapat terserap secara optimal dan tersalurkan ke masyarakat serta sektor industri sebagai substitusi energi impor.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyebut kolaborasi tersebut sebagai tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional.
“Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi melalui kerja sama dengan MIND ID.
Ini merupakan langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi masyarakat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah,” kata Simon.
Melalui sinergi lintas BUMN ini, pemerintah berharap sistem energi nasional dapat semakin terintegrasi, efisien, dan berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi transisi energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
(R01-R12-Red-BFN)
