HOT

iklan idul adha

Diduga Polisi Pasang Jebakan? Penampung Emas di Desa Penai Silat Hilir Kehilangan Emas dan Uang, Orangnya Turut Diamankan

Kapuas Hulu, Kalimantan Barat –Praktik penegakan hukum di wilayah Polsek Silat Hilir menjadi sorotan publik setelah seorang penampung emas berinisial SDN alias Ujang Sadin diduga menjadi korban jebakan oknum kepolisian.Peristiwa yang menimpa warga Desa Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu ini terjadi pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.Berdasarkan pengakuan abang korban, Uju Sadin, kejadian bermula saat seorang oknum polisi berinisial AL alias Ali, yang diduga merupakan anggota Polsek Silat Hilir, mendatangi kediaman korban.Menurut Uju, oknum tersebut datang dengan maksud menjual emas milik rekannya. Namun, belakangan tindakan tersebut diduga hanyalah siasat untuk menjebak korban.“Ali anggota Polsek itu datang sekitar jam tujuh malam. Dia membawa emas dan mengaku milik kawannya untuk dijual. Di situ juga ada yang mengaku dari Polres,” ujar Uju Sadin kepada awak mediaSelasa, 23/12/25.Uju menjelaskan, setelah emas tersebut ditimbang dan dibayar secara tunai, situasi berubah drastis. Oknum yang datang justru merampas kembali emas dan uang milik korban.“Setelah emas ditimbang dan dibayar, tiba-tiba uangnya diambil lagi, emasnya dirampas, lalu korban dibawa ke Polsek untuk diproses,” tutur Uju dengan nada kecewa.Situasi malam itu disebut sempat mencekam. Sejumlah orang yang diduga oknum aparat berjaga di sekitar warung milik korban, seolah-olah sedang mengamankan seorang pelaku kejahatan besar.“Sebagian mereka masuk ke mobil, sebagian lagi berjaga di warung. Malam itu korban dijaga seperti penjahat,” tambahnya.Merespons kejadian tersebut, sekitar 60 warga Desa Penai mendatangi Kantor Polsek Silat Hilir untuk meminta klarifikasi atas tindakan oknum berinisial AL.Namun, warga hanya bertemu dengan Kapolsek Silat Hilir, IPDA Egidius Egi, S.H. Anggota lainnya disebut tidak berada di tempat.Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Silat Hilir mengarahkan pihak keluarga korban untuk mengurus persoalan itu ke Polres Kapuas Hulu di Putussibau.“Kapolsek menyarankan kami ke Polres Putussibau untuk mengurus barang itu. Tapi kami sudah sepakat tidak mau ke sana. Kami menunggu mereka datang ke Desa Penai,” tegas Uju.Pihak keluarga korban menilai tindakan oknum polisi tersebut tidak adil dan terkesan menggunakan metode jebakan untuk menjerat warga kecil.“Emas sudah dibayar, tapi malah disita. Uangnya juga diambil, orangnya mau diangkut. Kalau begini caranya, seperti pasang perangkap. Tunggu saja tanggal mainnya,” ucap Uju dengan nada kesal.Dalam peristiwa tersebut, korban dikabarkan kehilangan emas seberat sekitar 4 gram serta uang tunai hampir Rp10 juta yang disita oleh oknum tersebut.Warga Desa Penai juga menyoroti dugaan adanya tebang pilih dalam penertiban pembeli emas di wilayah Kecamatan Silat Hilir.“Kalau mau razia pembeli emas, jangan pilih kasih. Di Desa Penai ini banyak yang beli emas. Kalau memang tidak boleh, seharusnya ditertibkan semua secara adil,” kata Uju.Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari Kapolsek Silat Hilir IPDA Egidius Egi maupun Polres Kapuas Hulu terkait status oknum berinisial AL.Masyarakat kini menunggu transparansi dari jajaran Kepolisian Polres Kapuas Hulu dan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik penjebakan terhadap warga sipil tersebut.Tim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *