Usai gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, Senin (15/12) lalu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan siap untuk memaafkan sebagian pihak yang dilaporkan dalam kasus dugaan ijazah palsu.
Meski demikian ada pengecualian terhadap 3 orang tersangka. Jokowi tetap akan melanjutkan proses hukum pada 3 tersangka yang dinilai bertindak terlalu ekstrem.
Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Willem Frans Ansanay seusai bertemu Jokowi di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 01, Kelurahan Sumber, Banjarsari Solo, Jumat (19/12).
Jokowi Siap Maafkan Tersangka Kasus Ijazah Palsu kecuali 3 Orang Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Willem Frans Ansanay seusai bertemu Jokowi di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 01, Kelurahan Sumber, Banjarsari Solo, Jumat (19/12).
Willem bertemu dan berdiskusi dengan Jokowi terkait situasi politik nasional serta sejumlah isu yang berkembang belakangan ini, termasuk polemik ijazah ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Pak Jokowi menyampaikan bahwa beliau bukan tipe orang yang tidak pemaaf. Dari sekitar 12 nama yang dilaporkan, tidak semuanya akan terus dituntut. Akan ada yang dimaafkan,” katanya.
Namun demikian, Willem menegaskan ada 3 orang yang tetap akan diproses hukum. Menurutnya, ketiganya dinilai tidak pernah mau menerima fakta bahwa ijazah Jokowi adalah asli dan terus melakukan tindakan yang menyerang secara berlebihan.
“Ada 3 nama yang kelihatannya terlalu ekstrem. Mereka tidak mau menerima fakta, padahal sudah jelas ijazah Pak Jokowi dinyatakan asli oleh penyidik dalam gelar perkara. Tindakan mereka juga sudah masuk pasal berlapis, sehingga akan diteruskan secara hukum,” tandasnya.
Willem menyebut pihak kepolisian telah menyatakan keaslian ijazah Jokowi dan bahkan telah mempublikasikannya ke masyarakat. Karena itu, Bara JP mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang dianggap terus mendegradasi nama baik Jokowi dan keluarganya.
“Ini bukan sekadar soal pribadi, tapi juga upaya merusak situasi bangsa. Harus ada efek jera,” tegas Willem.
Willem menambahkan, dalam pertemuan dengan Jokowi, Bara JP juga membahas dinamika politik menuju Pemilihan Presiden 2029. Willem menilai polemik ijazah Jokowi dan berbagai serangan politik lainnya tidak lepas dari manuver sejumlah pihak yang mulai menunjukkan ambisi politik ke depan.
“Bara JP tetap konsisten mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan dua periode,” ungkapnya.
“Dulu kami dibilang terlalu cepat, terlalu pagi menyuarakan Prabowo-Gibran dua periode. Tapi sekarang justru terlihat banyak pihak yang mulai keluar dari ‘kandang’, menandakan mereka juga punya ambisi maju di 2029,” sambung Willem.
Bara JP, dikatakannya, mendukung penuh langkah hukum Jokowi terhadap pihak-pihak yang dinilai merusak nama baiknya, sekaligus menghormati sikap Jokowi yang memilih memaafkan pihak-pihak yang masih bisa dimaafkan.
