PALEMBANG, Berita Faktanews — Pucuk pimpinan Polrestabes Palembang dipastikan berganti. Kombes Pol Harryo Sugihartono resmi dirotasi dan mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.
Posisi Kapolrestabes Palembang selanjutnya akan diemban oleh Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sumatera Selatan sejak Januari 2025.
Pergantian jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri tertanggal 15 Desember 2025 yang ditandatangani Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Polri, Irjen Pol Dr. Anwar.
Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1996. Selain menjabat Dirpolairud Polda Sumsel, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Sumsel.
Selama memimpin Ditpolairud Polda Sumsel, Sonny dikenal memiliki sejumlah terobosan, salah satunya inovasi pemanfaatan eceng gondok yang tumbuh subur di Sungai Musi menjadi pupuk organik ramah lingkungan.
Eceng gondok yang selama ini dianggap gulma dan mengganggu alur sungai, diolah menjadi pupuk organik sebagai solusi berkelanjutan. Pupuk tersebut telah diproduksi dan diuji coba di lahan pertanian binaan Polri di Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Hasil uji coba menunjukkan respons positif pada berbagai komoditas pertanian seperti jagung, bayam, cabai, kangkung, kacang panjang, semangka, hingga melon.
Sonny menjelaskan, inovasi tersebut berangkat dari keresahan terhadap pesatnya pertumbuhan eceng gondok yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat di Sungai Musi, termasuk menyebabkan kecelakaan air.
“Sepanjang perairan Sungai Musi, eceng gondok tumbuh sangat cepat. Malam dibersihkan, siang hari sudah muncul kembali. Ini mengganggu nelayan, masyarakat pengguna sungai, serta ekosistem perairan,” ujar Sonny, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendorong pertanian berkelanjutan. Hasil uji laboratorium menunjukkan eceng gondok mengandung unsur penting bagi tanaman seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta zinc dan silika.
Untuk pengolahan, Ditpolairud Polda Sumsel bekerja sama dengan Universitas Sriwijaya yang memiliki kompetensi dalam pembuatan pupuk organik.
Hingga saat ini, Ditpolairud Polda Sumsel telah memproduksi sekitar 30 ton pupuk organik, dengan 13 ton di antaranya telah digunakan pada lahan pertanian di wilayah Indralaya, Ogan Ilir, dan OKI. Uji coba awal dilakukan pada empat hektare lahan jagung serta setengah hektare lahan sayur dan buah.
(R01-R12-BFN)
