Jakarta, Berita Faktanews//– Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dirinya sepakat dengan penyitaan aset hasil korupsi sebagai langkah memberantas praktik korupsi. Namun, ia mengingatkan agar aspek keadilan tetap diperhatikan, terutama bagi keluarga pelaku.
“Kerugian negara yang dia timbulkan, ya harus dikembalikan. Makanya aset-aset pantas kalau negara itu menyita,” ujar Prabowo dalam wawancara dengan enam pemimpin redaksi di Hambalang, Jawa Barat, dikutip dari kanal YouTube Harian Kompas.
Meski demikian, Prabowo menilai anak dan istri koruptor tidak seharusnya ikut menanggung akibat perbuatan yang bukan kesalahan mereka. Ia mencontohkan, apabila ada aset yang dimiliki sebelum pejabat menjabat, maka perlu kajian hukum yang adil.
“Dosa seorang tua sebetulnya kan tidak boleh diturunkan ke anaknya. Kira-kira begitu. Tapi ini saya minta masukan dari ahli-ahli hukum,” jelasnya.
Mantan Menteri Pertahanan itu juga menyatakan, koruptor sebaiknya diberikan kesempatan untuk mengembalikan uang hasil kejahatannya, meski hal itu sulit dilakukan. “Saya berpendapat, makanya saya mau negosiasi selalu, kembalikan yang kau curi. Tapi memang susah, karena sifat manusia mungkin dia tidak mau mengaku. Jadi pertama harus dikasih kesempatan,” katanya.
Di sisi lain, Prabowo menegaskan pentingnya memberikan efek jera kepada para koruptor agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari. (R01-R12-BFN)

